Blogroll

==BERDAULAT SECARA POLITIK, MANDIRI SECARA EKONOMI, BERMARTABAT SECARA BUDAYA==

Jumat, 21 September 2012

Harimau dan Enggang Bersatu

PALANGKA RAYA-Kerusakan hutan di Kalimantan sudah sedemikian parah. Berangkat dari kerisauan ini, sejumlah aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Green Peace dan Walhi melakukan kampanye tentang pentingnya pelestarian hutan Kalimantang yang merupakan paru-paru dunia. Caranya terbilang unik. Para aktivis ini tidak melakukan aksi demonstrasi di jalanan. Mereka malah melakukan turing dengan mengendarai sepeda motor trail. Lebih unik lagi, kostum yang mereka kenakan bercorak harimau dan burung enggan. Jadilah simbol dua binatang langka dan dilndungi ini bersatu untuk mengampanyekan pelestarian hutan di wilayah Kalimantan. Provinsi Kalteng merupakan salah satu kota yang mereka singgahi dalam perjalanan menuju Kalbar dari garis start di Banjarbaru Kalsel. "Kerusakan hutan di Kalteng ini sangat parah dengan dibukanya perusahaan-perusahaan besar sawit serta pembakaran hutan yang sebenarnya diperuntukan sebagai hutan pelestarian. Di sini kami meminta kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan yang diperuntukan bagi pelestarian hutan," kata Direktur Eksekutif Walhi Arie Rompas Kalimantan Tengah usai mengadakan acara di Palangka Raya Mall, Rabu (18/9) lalu. Arie dengan tegas mengharapkan keseriusan pemerintah untuk tidak mengalihkan fungsi hutan yang dijadikan sebagai hutan pelestarian. Malah sebaliknya, kawasan yang dijadikan sebagai pelestarian jumlahnya harus ditambahi. Ditambahkannnya bahwa Kalteng terdapat lahan eks Proyek Lahan Sejuta Gambut (PLG) yang dihentikan oleh pemerintah pusat pada tahun 1999. Dampaknya terasa hingga saat ini bagi Kalteng dan masyarakat dunia dengan kerusakan hutan Kalteng yang adalah paru-paru dunia. "Adapun kawasan Proyek Lahan Gambut (PLG) dengan luas 1,4 juta hektare yang tersebar di kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Pulang Pisau dan Kota Palanka Raya sebagian kawassan ini juga dijadikan pemukiman untuk transmigran," ungkapnya. Degradasi hutan Kalteng terus terjadi, secara umum tahun 1985, hutan di Kalimantan 39,9 juta hektar. Sedangkan menurut data 2010, luasan hutan yang tersisa tinggal 25,5 juta kektar. Dalam 25 tahun terakhir kata Ari, hutan Kalteng berkurang 14,4 juta hektar termasuk lahan gambut. Kampanye para aktivis ini mengambil tema Save Kalimantan Our Forest, Save Our Future atau selamatkan hutan kalimantan, masa depan kita. Setelah masuk ke Palangka Raya, tim ini mengambil nama menjadi kepak sayap enggang dan harimau. "Kami sengaja mengambil tema burung enggang karena ini merupakan maskort Kalteng. kerana ini atribut kami yang semua adalah harimau kami tambah dengan burung enggang mulai dari pakaian hingga merubah deko kendaraan," ungkapnya. Tim ini melanjutkan perjalanan ke Pulang Pisau dan Kapuas lalu kembali lagi ke Palangka Raya. Setelah itu tim akan tour dan kampanye ke Sampit dan Pangkalan Bun. Kampaye ini akan berakhir di Tayab yakni perbatasan Kalteng dan Kalbar untuk kemudian dilanjutkan oleh Walhi Kalbar. Delapan rider menggunakan kendaraan trail dan sebagiannya menggunakan mobil rangger.
Artikel terkait!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar